Tingkatkan Literasi dan Inklusi Reksa Dana Melalui Roadshow APRDI dan OJK di 5 Kota

Di tengah dinamika perkembangan pasar keuangan, literasi reksa dana menjadi isu yang semakin mendesak. Untuk menjawab tantangan ini, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Sel Regulatory Organization (SRO), meluncurkan program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026). Program ini diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di lima kota besar di Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang investasi reksa dana.
Roadshow di Lima Kota
Dalam rangka menyukseskan program ini, APRDI, dengan dukungan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengadakan roadshow di lima kota, dimulai dari Surabaya pada 7 April, dilanjutkan ke Semarang pada 9 April, Medan pada 14 April, Makassar pada 16 April, dan Bandung pada 20 April. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan literasi reksa dana secara menyeluruh.
Surabaya sebagai Lokasi Awal
Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Lilana, menjelaskan bahwa Surabaya dipilih sebagai kota pertama untuk pelaksanaan pekan reksa dana 2026. “Ini merupakan langkah konkret dari para pelaku industri untuk memperluas literasi dan inklusi reksa dana di seluruh Indonesia,” ungkapnya dalam acara pembukaan pada 7 April 2026.
Kegiatan SOSEDU APRDI 2026 di Surabaya berlangsung di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur dan beberapa perguruan tinggi yang telah menjalin kerjasama dengan Galeri Investasi BEI. Di antaranya adalah Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA).
Edukasi dan Kompetisi Kreatif
Road to Pekan Reksa Dana 2026 juga menampilkan kelas edukasi khusus bagi jurnalis dan mahasiswa di lima kota tersebut. Selain itu, diadakan lomba penulisan artikel untuk jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels bagi mahasiswa. Melalui pendekatan ini, APRDI berharap dapat mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dan kreatif dalam memahami investasi reksa dana, sehingga masyarakat semakin menyadari pentingnya melakukan investasi yang terencana melalui reksa dana.
Program Investasi Terencana dan Berkala
M. Maulana, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional, menekankan bahwa program ini merupakan upaya terstruktur, masif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Ia memperkenalkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menghubungkan potensi besar investasi dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas. “Program ini akan diluncurkan pada 27 April 2026 di Jakarta,” jelasnya.
Pertumbuhan Signifikan di Jawa Timur
Yunita Linda Sari, Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, menyatakan bahwa industri reksa dana di wilayahnya menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, total transaksi reksa dana mencapai sekitar Rp 4,96 triliun, meningkat sebesar 54,60% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan reksa dana ritel juga signifikan, dengan jumlah SID (Single Investor Identification) mencapai 141.861, meningkat sebesar 13,52% dari tahun lalu.
Pemahaman Masyarakat yang Diperlukan
“Melihat perkembangan ini, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang karakteristik produk reksa dana, termasuk kesesuaian dengan profil risiko dan tujuan investasi mereka,” ungkap Yunita. Ia juga menjelaskan bahwa dari total investor, terdapat 1.821 SID untuk investor institusi, yang tumbuh 73% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara investor perorangan mencapai 141.861 SID, dengan pertumbuhan 13,52%.
Yunita menyambut baik kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang berlangsung di Surabaya dan berharap kegiatan ini dapat lebih meningkatkan literasi serta inklusi reksa dana di kalangan masyarakat Jawa Timur.
Peran APRDI dalam Meningkatkan Literasi Reksa Dana
Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) berperan penting dalam mewadahi enam asosiasi yang terkait dengan industri reksa dana dan pelaku pengelolaan investasi di Indonesia. Bersinergi dengan OJK dan SRO, APRDI terus berupaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi reksa dana di kalangan masyarakat.
Tren Positif di Industri Reksa Dana
Secara keseluruhan, kinerja industri reksa dana di Indonesia menunjukkan tren yang positif. Hingga akhir tahun 2025, total dana kelolaan (AUM) reksa dana tumbuh sebesar 35,06% menjadi Rp 679,24 triliun. Jumlah investor juga mengalami peningkatan, mencapai 19,2 juta SID, dengan dominasi generasi muda di bawah usia 30 tahun yang mencapai 54,24%.
Data menunjukkan bahwa, pada akhir 2025, dana kelolaan industri reksa dana mencapai pertumbuhan 35,06%, meningkat dari Rp 502,92 triliun pada akhir 2024. Secara total, dana kelolaan investasi juga meningkat sebesar 25,19%, dari Rp 804,87 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp 1.007,65 triliun pada akhir 2025. Ini merupakan pencapaian tertinggi setelah lima tahun terakhir mengalami stagnasi pertumbuhan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh APRDI dan OJK, diharapkan literasi reksa dana di Indonesia akan semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat lebih memahami dan memanfaatkan produk investasi ini untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
➡️ Baca Juga: BPJS-TK Bandar Lampung Mengadakan Kegiatan Sukarela Karyawan
➡️ Baca Juga: Cara Download Map Apple Offline 10 Kota Sekaligus—Hanya Butuh 2 GB