Wagub Vasko Ajak Investasi Padat Karya, Sumbar Bidik Rp13,3 Triliun pada 2027

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terutama dalam mendorong skema investasi padat karya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumbar Tahun 2027 yang berlangsung di Auditorium Gubernuran. Dalam acara tersebut, Vasko menegaskan pentingnya investasi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Komitmen untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Menurut Vasko, setiap investasi yang masuk ke wilayah Sumatera Barat harus memiliki efek yang nyata. “Kami ingin investasi yang tidak hanya menciptakan infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja secara masif dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap proyek investasi memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Pilar Strategis Investasi di Sumbar
Dalam upaya mencapai target tersebut, strategi investasi di Sumatera Barat akan berfokus pada empat pilar utama:
- Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas: Membangun Jalan Tol Padang–Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, dan meningkatkan jalur Bukittinggi–Payakumbuh sebagai jalur perdagangan utama.
- Pengembangan Sektor Maritim: Optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pusat distribusi komoditas unggulan daerah.
- Penguatan Energi Terbarukan: Pengembangan potensi energi panas bumi di beberapa lokasi strategis.
- Penguatan Sektor Pariwisata: Meningkatkan ketahanan kawasan dan mengembangkan Kawasan Mandeh serta Kepulauan Mentawai sebagai destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.
Portofolio Strategis untuk Masa Depan
“Ini bukan sekadar proyek, tetapi merupakan portofolio strategis yang akan menjadi penggerak ekonomi Sumatera Barat dalam jangka panjang,” tegas Vasko. Ia juga menyoroti dua proyek prioritas utama, yaitu pengembangan geothermal dengan potensi hingga 165 MWe dan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang memiliki panjang 255 kilometer.
Solusi untuk Meningkatkan Efisiensi Transportasi
Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan keselamatan transportasi di jalur utama Sumatera Barat. Vasko menekankan bahwa keberhasilan investasi sangat dipengaruhi oleh kepastian dan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah kepada para investor.
Peran Kepala Daerah dalam Mendorong Investasi
“Investor mencari tidak hanya peluang, tetapi juga kepastian. Di sinilah pentingnya peran kepala daerah sebagai CEO yang harus proaktif, solutif, dan selalu hadir untuk mendampingi para investor,” jelasnya. Vasko mengingatkan agar daerah tidak lagi bersikap pasif dalam menarik investasi.
Mendorong Kesiapan dan Pendampingan untuk Investor
Pemerintah kabupaten dan kota diharapkan untuk aktif dalam menjemput peluang investasi, memastikan kesiapan lahan, serta memberikan pendampingan berkelanjutan kepada investor. “Daerah yang ramah investasi adalah daerah yang bergerak cepat, responsif, dan mampu menyelesaikan masalah di lapangan,” ucap Vasko tegas.
Transformasi Birokrasi Menuju Modernisasi
Untuk mendukung pertumbuhan investasi, Pemprov Sumbar terus mendorong transformasi birokrasi menuju sistem yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis digital. Melalui sistem Online Single Submission (OSS), diharapkan perizinan dapat dilakukan dengan cepat, transparan, dan tanpa tumpang tindih regulasi.
Momentum Penting di Tahun 2027
Vasko juga mengungkapkan bahwa tahun 2027 akan menjadi momentum penting dalam pertumbuhan investasi di Sumatera Barat, dengan target mencapai Rp13,3 triliun. Target ini merupakan bagian dari tren peningkatan investasi yang diproyeksikan akan naik secara signifikan dari Rp11,9 triliun pada tahun 2026 hingga mencapai Rp18,8 triliun pada tahun 2030.
Arah Kebijakan Investasi yang Jelas
“Arah kebijakan investasi kita jelas, yakni fokus pada hilirisasi pertanian, pengembangan pariwisata unggulan, energi terbarukan, infrastruktur, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal,” tambahnya. Di tengah tantangan yang ada, seperti keterbatasan fiskal dan risiko bencana, Vasko menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk bertransformasi.
Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
“Kita tidak hanya membicarakan rencana, tetapi juga komitmen bersama. Kuncinya adalah kolaborasi. Jika kita bergerak bersama, maka pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan,” tutupnya. Melalui upaya ini, diharapkan investasi padat karya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat.
➡️ Baca Juga: Balap Motor Terbaik: Saksikan Aksi Seru di Lintasan
➡️ Baca Juga: Gagal Masuk Favorit Gara-gara Zonasi SPMB? Ini Solusinya


