Lantik 12 Pejabat, Menaker Tekankan Pentingnya Layanan Publik sebagai Prioritas Utama

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Selasa (7/4/2026) di Jakarta. Pelantikan ini merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memperkuat layanan publik di bidang ketenagakerjaan, yang sangat penting bagi masyarakat dan dunia usaha.
Pentingnya Layanan Publik dalam Ketenagakerjaan
Pelantikan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan fokus Kemnaker dalam meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan. Dengan adanya pejabat baru yang dilantik, diharapkan akan tercipta pelayanan yang lebih responsif dan berkualitas bagi pekerja, pencari kerja, serta pengusaha.
Dari total 12 pejabat yang dilantik, sebagian besar, yaitu 11 orang, terpilih melalui mekanisme Seleksi Terbuka. Satu pejabat lainnya diangkat melalui mutasi antarinstansi. Proses ini mencerminkan komitmen Kemnaker dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN).
Komitmen Terhadap Amanah Jabatan
Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi, melainkan sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab tinggi terhadap bangsa dan negara. “Jabatan adalah kepercayaan, sarana untuk memberikan layanan, dan juga bentuk pengorbanan,” ujar Menaker.
Tantangan dalam Pengelolaan Angkatan Kerja
Menaker menyampaikan bahwa Kemnaker saat ini mengelola sekitar 155,27 juta angkatan kerja. Dengan kemajuan teknologi informasi, harapan dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah semakin meningkat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran, terutama para pejabat baru, untuk memastikan bahwa layanan publik semakin baik, responsif, dan berdampak nyata.
Kualitas kerja para pejabat di posisi strategis ini berpengaruh langsung terhadap sejumlah aspek, seperti:
- Layanan pasar kerja
- Pelatihan vokasi
- Peluang kerja yang lebih luas
- Penyelesaian perselisihan hubungan industrial
- Keselamatan dan kesehatan kerja
Memastikan Pelayanan Terbaik
Menaker menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Kemnaker tidaklah sederhana. Ia meminta setiap pejabat baru untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini sangat penting dalam konteks menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Rangkaian Tantangan yang Harus Dihadapi
Saat ini, Kemnaker menghadapi tujuh tantangan yang kompleks dan mendesak, antara lain:
- Penguatan link and match serta optimalisasi Balai Latihan Kerja
- Penyediaan pekerjaan yang layak dan inklusif bagi kelompok rentan
- Penyusunan dan pembaruan regulasi ketenagakerjaan
- Penegakan norma ketenagakerjaan dan K3 di industri
- Penerapan hubungan industrial yang transformatif
Agenda Transformasi Kemnaker
Untuk merespons tantangan tersebut, Kemnaker menjalankan enam agenda transformasi, yang mencakup:
- Membangun dan memulihkan kepercayaan publik
- Mentransformasi layanan ketenagakerjaan agar lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat
- Memperkuat ketenagakerjaan yang inklusif
- Menegakkan norma ketenagakerjaan secara konsisten dan berkeadilan
- Mendorong hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan
Profil Pejabat yang Dilantik
Berikut adalah daftar 12 pejabat yang dilantik pada acara tersebut:
- Irma Puspita, S.IP., M.Si. sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Sekretariat Jenderal
- R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev. sebagai Kepala Pusat Pasar Kerja, Sekretariat Jenderal
- Dr. Teguh Djatmiko, S.E., Ak., M.M. sebagai Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
- Amran, S.T. sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
- Reni Rosyida Muthmainnah, S.K.M. sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
- Nasrun Ilmullah, S.E, M.M. sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
- Nuryanti, S.E., M.E. sebagai Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
- Arnando Jujur Pardamean Siregar, S.H., M.H. sebagai Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- dr. Muzakir, M.K.M. sebagai Direktur Bina Kelembagaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- dr. Yessie Kualasari, M.K.K.K sebagai Kepala Balai Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jakarta, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Baderi, S.Sos., M.E. sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan, Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan
- Dr. M. Heru Susanto, S.E., M.M. sebagai Inspektur III, Inspektorat Jenderal
Dengan pelantikan ini, diharapkan Kemnaker dapat lebih baik dalam memberikan layanan publik yang berkualitas, serta memenuhi harapan masyarakat terhadap sektor ketenagakerjaan.
➡️ Baca Juga: Manfaat Mandi Air Dingin di Pagi Hari untuk Meningkatkan Ketajaman Mental Anda
➡️ Baca Juga: Pembahasan Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan, Wali Kota Hadiri Paripurna DPRD



