Penghentian Sementara Ratusan Dapur Program Makan Bergizi di Jawa Barat, 10 SPPG Ciamis Terdampak

Di Jawa Barat, sebuah peristiwa penting baru-baru ini menarik perhatian publik. Menyusul penghentian sementara operasional lebih dari seratus dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk sepuluh dapur di Kabupaten Ciamis. Penyebabnya? Kekurangan dalam standar sanitasi dasar dan pengelolaan limbah.
Penghentian Sementara: Arahan dari Badan Gizi Nasional
Keputusan ini datang langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang merilis surat resmi pada 10 Maret 2026. Isinya adalah perintah untuk menghentikan sementara operasional dapur-dapur Program Makan Bergizi (MBG) di Jawa Barat.
Surat tersebut mengungkapkan bahwa beberapa dapur belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Keduanya merupakan syarat penting untuk operasional dapur.
Permasalahan Pengawasan Program MBG
Penghentian sementara ini memunculkan pertanyaan seputar efektivitas pengawasan program MBG, terutama di Kabupaten Ciamis. Menyoroti kesenjangan antara tujuan program dan kenyataan di lapangan.
Surat Resmi BGN Mengenai Penghentian Sementara SPPG
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, dalam surat bernomor 839/D.TWS/03/2026, menyatakan bahwa penghentian operasional merupakan bagian dari penegakan petunjuk teknis tata kelola program MBG tahun anggaran 2026.
Surat ini menyoroti bahwa sejumlah dapur masih mengabaikan kewajiban administratif dan teknis. Misalnya, SPPG belum mendaftarkan SLHS ke Dinas Kesehatan setempat dan tidak memiliki IPAL setelah lebih dari 30 hari beroperasi.
Isu Sanitasi dan Fasilitas Pengelola Program MBG
BGN juga menemukan adanya dapur yang belum menyediakan tempat tinggal bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan. Padahal, fasilitas tersebut merupakan bagian dari standar pengelolaan program MBG.
Di sisi lain, BGN membuka peluang bagi dapur untuk kembali beroperasi setelah pengelola memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan.
Sepuluh Dapur MBG di Ciamis Terdampak
Koordinator SPPG Ciamis, Eggy, mengonfirmasi bahwa penghentian operasional tersebut juga berlaku untuk sejumlah dapur di wilayahnya. “Betul, total ada 10 SPPG di Ciamis yang berhenti operasional berdasarkan surat dari Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II,” ujarnya pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dapur-dapur yang terdampak tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Jatinagara Bayasari, Ciamis Kota, Banjarsari Ratawangi, Pamarican, Maleber, Cimari Cikoneng, hingga wilayah Rancah Cisontrol.
Distribusi Makanan dan Masa Jeda Idul Fitri
Menanggapi penghentian operasional, Eggy menyebutkan bahwa distribusi makanan sudah mendekati masa jeda karena libur Idul Fitri. “Sementara berhenti dikirim, karena sekarang menjelang libur Idul Fitri,” katanya.
➡️ Baca Juga: Bimbingan Belajar Paling Dicari di Indonesia
➡️ Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Mei 2025