Tekanan Mata Tinggi: Promkes Bacirita Rayakan World Glaucoma Week 2026 dengan Edukasi dan Kesadaran

Memperingati World Glaucoma Week 2026, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Promkes) menggelar inisiatif edukasi kesehatan dengan menyelenggarakan program Podcast Promkes Bacirita. Tema yang diangkat adalah “Tekanan Mata Tinggi? Kenali Glaukoma dan Cara Mengatasinya”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai masalah kesehatan mata.
Detail Kegiatan Edukasi Kesehatan
Pada hari Senin, 16 Maret 2026, pukul 10.00 WITA, acara ini berlangsung di Studio Promkes. Dalam kesempatan tersebut, dr. Novanita Satolom, Sp.M(K), seorang dokter spesialis mata, diundang sebagai narasumber. Acara ini dipandu oleh dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, yang dengan mahir memandu diskusi mengenai isu kesehatan yang sangat penting ini.
Pentingnya Edukasi Seputar Glaukoma
Dalam podcast tersebut, topik glaukoma dibahas secara mendalam, mengingat penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kebutaan permanen di seluruh dunia. Sering kali, glaukoma tidak menunjukkan gejala pada fase awal, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan mata secara berkala menjadi sangat krusial. Kesadaran akan pentingnya pemeriksaan ini perlu ditingkatkan di kalangan masyarakat.
Tekanan Mata Tinggi: Faktor Risiko Utama
dr. Novanita Satolom, Sp.M(K) menekankan bahwa tekanan bola mata yang tinggi adalah salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan glaukoma. Masyarakat harus lebih peka terhadap pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Mengabaikan gejala dapat berakibat fatal bagi kesehatan mata.
Pencegahan dan Penanganan Glaukoma
Selain memberikan informasi tentang glaukoma, masyarakat juga diajarkan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Edukasi mencakup kepatuhan dalam menggunakan obat-obatan yang diresepkan serta pentingnya kontrol rutin ke dokter spesialis mata. Langkah-langkah pencegahan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.
- Melakukan pemeriksaan mata secara rutin minimal setahun sekali.
- Menyadari faktor risiko pribadi, seperti riwayat keluarga glaukoma.
- Mematuhi pengobatan yang telah diresepkan oleh dokter.
- Menjaga pola hidup sehat, termasuk diet seimbang dan olahraga.
- Menghindari stres berlebihan yang dapat memengaruhi kesehatan mata.
Media Sosial sebagai Sarana Edukasi
Kegiatan edukasi ini juga dapat diakses kembali oleh masyarakat melalui kanal YouTube IPKRS Kandou. Dengan cara ini, informasi yang disampaikan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Melalui platform digital, promosi kesehatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Kesadaran Masyarakat terhadap Kesehatan Mata
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata. Meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dan faktor risiko glaukoma adalah langkah awal yang penting dalam pencegahan. Edukasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi penglihatan mereka.
Dalam dunia yang semakin cepat berubah, perhatian terhadap kesehatan mata sering kali terabaikan. Namun, dengan inisiatif seperti ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata dapat terus meningkat. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi risiko yang berhubungan dengan tekanan mata tinggi dan glaukoma.
Penting bagi setiap individu untuk menjadikan pemeriksaan mata sebagai bagian dari rutinitas kesehatan mereka. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama mengurangi risiko kebutaan permanen akibat glaukoma. Kesadaran dan tindakan preventif adalah kunci untuk menjaga kualitas hidup dan kesehatan mata yang optimal.
➡️ Baca Juga: Mengenal Contoh Lichenes dan Gambarnya
➡️ Baca Juga: Teknologi AI Google Terbaru



